Kamis, 29 Oktober 2009

Bahan Penganti Plesteran Pasir untuk Mengurangi suara Panas dan Bising

Mengurangi suara bising dan Panas matahari Masuk Kedalam Ruangan
Dengan Produk IPILITE


Keungulan/keuntungan
-Mengurangi Panas matahari dari Dinding luar sehingga ruangan bagian dalam lebih sejuk dan yaman, sehingga menhemat pemakaian Listrik dan AC
-Efisiensi biaya dan waktu dibandingkan pemasangan 2 lapisan dinding
-Kapasitas isolasi 2-3 kali lebih baik dari plestering semen pasir
-berfungsi sebagai kedap suara yang baik,antara lain mengurangi kebisingan suara
-lebih ringan dari plastering semen pasir
-Mencegah retak rambut pada dinding akibat penyusutan
-Mudah diaplikasikan baik interior dan eksterior pada bangunan baru ataupun lama
-Sangat praktis karna pengaplikasian cukup menambahkan air seperlunya.

APAKAH ITU VERMICULITE?
1.Vermiculite merupakan jenis mineral tambang yang mengembang bila dipanaskan
2.Umumnya digunakan sebagai bahan fireproofing dan insulation
3.Sifat – sifat dasar vermiculite
- Mempunyai Daya Hantar Panas Yang Kecil
- Nilai Insulasi yang Bagus
- Tidak Menyebabkan Iritasi
- Tidak membusuk
- Tidak terbakar sampai dengan suhu 1000 Deg C



APAKAH ITU PERLITE ?
Perlite merupakan produk alamiah dari dalam bumi.
Batuan ini 2-5% mengandung air, sehingga jika dipanaskan pada suhu 900-1000 Deg C akan mengembang seperti popcorn hingga mencapai 20 kali ukuran aslinya.


Pemakaian Perlite & Vermiculite

Industrial :
Insulation, Fireproofing, Castable, Drilling Mud, Brake Pads,
Furnaces, Paint, etc
Construction :
Board, Fire protection, Floor & Roof screed, Plaster, etc
Horticultural :
Hydroponics, Potting Mixed, Seed Germination, etc

PRODUK IPILITE?
IPILITE B DAN IPILITE A
-IPILITE B (Vermiculite)
-IPILITE A (Perlite)

FIREPROOFING
-IPILITE C010 (High Density)
-IPILITE C011 (Low Density)

PASSIVE FIRE PROTECTION
-IPILITE C050 (Med. Density)

Perlite & Vermiculite Board
Perlite & Vermiculite Board menggunakan bahan dasar expanded perlite atau vermiculite dengan campuran perekat inorganic dan kimia.


Keunggulan Perlite & Vermiculite Board
-ISOLASI PANAS DAN SUARA
-RINGAN
-MUDAH DIPASANG
-FIRE RATING TINGGI

Testing & Laboratorium
-Produk IPILITE telah di test oleh Lembaga Independen di Pusat Peneltian dan Pengembangan Permukiman, Balai Sains Bandung.

-Pengujian Thermal Conductivity, ASTM C 177


-Pengujian Fire Rating Full Scale, ASTM E 119


Pengujian Fire Rating Small Scale, ASTM E 119

CERTIFICATE FIRE RATING FULL SCALE ASTM E 119


-Fire Rating Test, Full Scale, ASTM E 119


Sertifikat Fire Rating Small Scale ASTM E 119


-Fire Rating Test, Small Scale, ASTM E 119

Sertifikat Thermal Conductivity ASTM C 177



-Thermal Conductivity Test, ASTM C 177

Sertifikate Sound Absorpsi JISA 1405



-Sound Absorpsi Test, JIS A 1405

Sumber: PT.IPI SUNIJAYA

Rabu, 28 Oktober 2009

BIOGRAFI Frank Owen Gehry


Frank Owen Gehry

, CC (nama lahir Ephraim Owen Goldberg di Toronto, Ontario pada 28 Februari 1929) adalah seorang arsitek berkewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Kanada. Pemenang Penghargaan Pritzker tahun 1989.

Gehry dikenal akan pendekatan ukiran ke desain bangunan dan untuk membangun struktur yang berkurva, dan seringkali dibungkus dengan logam yang mengkilat. Gedung yang dirancangnya, termasuk tempat tinggal pribadinya di Santa Monica, California, telah menjadi atraksi wisatawan. Banyak museum, perusahaan, dan kota mencari jasa Gehry sebagai simbol pembedaan, untuk segala produk yang dibuatnya.

Hasil kerjanya yang paling terkenal adalah Museum Guggenheim di Bilbao, Spanyol yang dilapisi dengan titanium, Aula Konser Walt Disney di pusat kota Los Angeles, Dancing House in Praha, Republik Ceko,

Dilahirkan di tengah keluarga Yahudi di Toronto, Ontario, nama kecilnya adalah Frank Goldberg. Sewaktu kecil, ia diajak neneknya membangun kota-kota kecil dari potongan-potongan kayu bekas.[1] Neneknya yang bernama Caplan, sangat mempengaruhi pembentukan pribadinya. Kebiasaan neneknya sering diamatinya. Setiap hari Kamis, neneknya memasukkan ikan emas hidup ke dalam bak mandi yang penuh berisi air sebelum dimasak menjadi gefilte fish. Gerakan dan bentuk-bentuk ikan sangat senang diperhatikannya, dan nantinya sering menjadi tema desain yang dibuatnya.

Pada tahun 1947, Frank pindah ke California, bekerja sebagai supir truk barang sambil kuliah di Los Angeles City College, dan akhirnya lulus dari Sekolah Arsitektur Universitas Southern California

Setelah lulus pada tahun 1954, Frank tidak langsung bekerja di bidang arsitektur, melainkan bekerja di sejumlah tempat yang tidak ada kaitannya dengan arsitektur, termasuk menjadi anggota militer Amerika Serikat. Frank sempat belajar tata kota di Harvard Graduate School of Design, namun berhenti sebelum lulus. Setelah itu, Frank menikah dengan Anita Snyder, dan mengganti namanya dari Frank Goldberg menjadi Frank Gehry. Setelah bercerai dengan Snyder pada tahun 1960-an, Gehry menikah dengan Berta, istrinya yang sekarang. Dari perkawinan pertamanya, Gehry mendapat dua orang anak perempuan, sedangkan dua orang anak laki-laki didapatnya dari perkawinan kedua.

Sebagai orang yang dibesarkan di Kanada, Gehry adalah penggemar berat olahraga hoki hingga sampai mendirikan liga hoki di kantornya. Piala Kejuaraan Dunia Hoki merupakan hasil desainnya pada tahun 2004. (wikipedia)

GALLERY of GEHRY
Pencahayaan Aula Konser Walt Disney

Experience Music Project

Museum Seni Weismen


Paviliun Pritzker di Taman Millennium, Chicago


Gedung Peter B Lewis

Dancing House, Prague

Stata Center


Museum Guggenheim Bilbao, Spanyol

Fish Dance, Kobe, Japan


Sumber:http://wallarch.blogspot.com

Selasa, 27 Oktober 2009

BIOGRAFI Laurence Wilfred "Laurie" Baker



Laurence Wilfred "Laurie" Baker (2 Maret 1917 – 1 April 2007) adalah seorang arsitek Inggris yang menerima berbagai penghargaan, terkenal karena inisiatifnya dalam membangun perumahan murah. Ia pergi ke India pada 1945 sebagian sebagai misionaris dan sejak itu ia menetap dan bekerja di India selama lebih dari 50 tahun. Pada 1989 ia memperoleh kewarganegaraan India dan tinggal di Thiruvananthapuram (Trivandrum), Kerala. Pada 1990, Pemerintah India menganugerahkan kepadanya Padma Shri, penghargaan sipil keempat tertinggi, sebagai pengakuan atas jasa-jasanya dalam bidang arsitektur.

Baker belajar arsitektur di Birmingham dan lulus pada 1937, dalam usia 20 tahun, pada saat-saat pergolakan politik di Eropa. Komitmen awalnya atas India membuat ia bekerja sebagai arsitek untuk sebuah lembaga misi internasional dan antar-denominasi yang mengabdikan diri pada pemeliharaan para penderita lepra. Karena obat-obatan baru untuk penyakit ini menjadi semakin banyak tersedia, tanggung jawabnya terpusat pada usaha mengubah atau menggantikan tempat-tempat tinggal penderita yang dulunya digunakan untuk menampung meeka yang dijauhi oleh masyarakat karena penyakitnya. Baker kemudian menyadari bahwa pendidikan konstruksinya di Inggris ternyata tidak memadai untuk jenis-jenis masalah dan bahan-bahan yang dihadapinya: rayap dan muson tahunan, serta laterit, kotoran sapi, dan dinding-dinding dari lumpur yang dikeringkan. Karena itu, mau tak mau Baker harus mengamati dan belajar dari metode dan praktik-praktik arsitektur masyarakat setempat. Ia segera paham bahwa arsitektur dan metode-metode masarakat di tempat-tempat ini ternyata adalah sarana satu-satunya yang ada untuk mengatasi masalah-masalah yang mulanya membuatnya hampir putus asa.

Diilhami oleh temuan-temuannya - yang dengan rendah hati diakuinya bahwa itu semua adalh 'temuan' baginya, sementara bagi mereka yang mengembangkan praktik-praktik yang diamatinya adalah pengetahuan umum - ia mulai mengembangkan gaya arsitekturnya hingga mendekati budaya dan kebutuhan sesungguhnya dari mereka yang kelak benar-benar menggunakan bagnunan-bangunannya, dan bukan sekadar mengikuti selera "modern-istik" para kliennya yang mampu membayar.

Laurie Baker meninggal dunia pada pk. 7.30 pagi pada 1 April 2007, pada usia 90 tahun. Hingga akhir hayatnya, ia terus bekerja di dan di sekitar rumahnya di Trivandrum, meskipun kondisinya kesehatannya telah membuat kehadiran fisiknya di proyek pembangunannya menjadi minimal. Rancangan dan tulisannya dilakukannya kebanyakan di rumahnya. Penekatannya terhadap arsitektur pelan-pelan mendapatkan penghargaan ketika kecenderungan arsitektur mengarah kepada pembangunan tempat, dan bukan modernisasi atau stilisasi. Namun, sebagai akibat dari penerimaan yang meluas ini, rumah "Gaya Baker" menjadi semakin populer, dan hal ini justru membuat gundah Baker, karena ia merasa bahwa 'gaya' yang dijadikan komoditi itu semata-mata merupakan perwujudan dari dorongan budaya dan ekonomi wilayah tempat ia bekerja, dan bukan sebuah solusi yang dapat diterapkan begitu saja kepada situasi apapun juga di mana saja. Arsitektur Laurie Baker terfokus pada upaya mempertahankan sifat alamiah situsnya dan konstruksi masyarakat setempat yang mengutamakan pertimbangan ekonmois, serta integrasi yang utuh dengan budaya setempat yang telah menjadi sumber ilhamnya. Banyak dari tulisan-tulisan Laurie Baker diterbitkan dan dapat diperoleh lewat COSTFORD (Center Of Science and Technology For Rural Development - Pusat Sains dan Teknologi untuk Pembangunan Pedesaan), perusahaan yang kini menyelia banyak proyeknya, di mana ia menjadi Aristek Utamanya.Laurence Wilfred "Laurie" Baker (2 Maret 1917 – 1 April 2007) adalah seorang arsitek Inggris yang menerima berbagai penghargaan, terkenal karena inisiatifnya dalam membangun perumahan murah. Ia pergi ke India pada 1945 sebagian sebagai misionaris dan sejak itu ia menetap dan bekerja di India selama lebih dari 50 tahun. Pada 1989 ia memperoleh kewarganegaraan India dan tinggal di Thiruvananthapuram (Trivandrum), Kerala. Pada 1990, Pemerintah India menganugerahkan kepadanya Padma Shri, penghargaan sipil keempat tertinggi, sebagai pengakuan atas jasa-jasanya dalam bidang arsitektur.

Baker belajar arsitektur di Birmingham dan lulus pada 1937, dalam usia 20 tahun, pada saat-saat pergolakan politik di Eropa. Komitmen awalnya atas India membuat ia bekerja sebagai arsitek untuk sebuah lembaga misi internasional dan antar-denominasi yang mengabdikan diri pada pemeliharaan para penderita lepra. Karena obat-obatan baru untuk penyakit ini menjadi semakin banyak tersedia, tanggung jawabnya terpusat pada usaha mengubah atau menggantikan tempat-tempat tinggal penderita yang dulunya digunakan untuk menampung meeka yang dijauhi oleh masyarakat karena penyakitnya. Baker kemudian menyadari bahwa pendidikan konstruksinya di Inggris ternyata tidak memadai untuk jenis-jenis masalah dan bahan-bahan yang dihadapinya: rayap dan muson tahunan, serta laterit, kotoran sapi, dan dinding-dinding dari lumpur yang dikeringkan. Karena itu, mau tak mau Baker harus mengamati dan belajar dari metode dan praktik-praktik arsitektur masyarakat setempat. Ia segera paham bahwa arsitektur dan metode-metode masarakat di tempat-tempat ini ternyata adalah sarana satu-satunya yang ada untuk mengatasi masalah-masalah yang mulanya membuatnya hampir putus asa.

Diilhami oleh temuan-temuannya - yang dengan rendah hati diakuinya bahwa itu semua adalh 'temuan' baginya, sementara bagi mereka yang mengembangkan praktik-praktik yang diamatinya adalah pengetahuan umum - ia mulai mengembangkan gaya arsitekturnya hingga mendekati budaya dan kebutuhan sesungguhnya dari mereka yang kelak benar-benar menggunakan bagnunan-bangunannya, dan bukan sekadar mengikuti selera "modern-istik" para kliennya yang mampu membayar.

Laurie Baker meninggal dunia pada pk. 7.30 pagi pada 1 April 2007, pada usia 90 tahun. Hingga akhir hayatnya, ia terus bekerja di dan di sekitar rumahnya di Trivandrum, meskipun kondisinya kesehatannya telah membuat kehadiran fisiknya di proyek pembangunannya menjadi minimal. Rancangan dan tulisannya dilakukannya kebanyakan di rumahnya. Penekatannya terhadap arsitektur pelan-pelan mendapatkan penghargaan ketika kecenderungan arsitektur mengarah kepada pembangunan tempat, dan bukan modernisasi atau stilisasi. Namun, sebagai akibat dari penerimaan yang meluas ini, rumah "Gaya Baker" menjadi semakin populer, dan hal ini justru membuat gundah Baker, karena ia merasa bahwa 'gaya' yang dijadikan komoditi itu semata-mata merupakan perwujudan dari dorongan budaya dan ekonomi wilayah tempat ia bekerja, dan bukan sebuah solusi yang dapat diterapkan begitu saja kepada situasi apapun juga di mana saja. Arsitektur Laurie Baker terfokus pada upaya mempertahankan sifat alamiah situsnya dan konstruksi masyarakat setempat yang mengutamakan pertimbangan ekonmois, serta integrasi yang utuh dengan budaya setempat yang telah menjadi sumber ilhamnya. Banyak dari tulisan-tulisan Laurie Baker diterbitkan dan dapat diperoleh lewat COSTFORD (Center Of Science and Technology For Rural Development - Pusat Sains dan Teknologi untuk Pembangunan Pedesaan), perusahaan yang kini menyelia banyak proyeknya, di mana ia menjadi Aristek Utamanya.

PENGHARGAAN

1987:
Penghargaan Indian National Habitat.


1989:
Medali Institut Arsitek India untuk Arsitek Terkemuka Tahun Ini.


1990:
Penghargaan Grand Masters - Arsiten Tahun Ini.


1991:
Pemerintah India - Padmashree


1991:
Medali Institut Arsitek India - Arsitek Luar Biasa.


1992:
Penghargaan Habitat PBB dan Roll of Honour.


1993:
Perhimpunan Arsitek Internasional - World Habitat Award.


1995:
Universitas Central Inggris. Doktor Universitas

Sumber:http://wallarch.blogspot.com

BIOGRAFI Herman Thomas Karsten



BIOGRAFI "Herman Thomas Karsten"
Herman Thomas Karsten (Amsterdam, Belanda, 22 April 1884 – Cimahi, 1945) adalah arsitek dan perencana wilayah pemukiman dari Hindia Belanda. Ia adalah putra seorang profesor Filsafat dan Wakil Ketua Chancellor ("Pembantu Rektor") di Universitas Amsterdam, sedangkan ibunya adalah seorang kelahiran Jawa Tengah.

Gelar arsitek diperolehnya dari Sekolah Tinggi Teknik (Technische Hoogeschool) di Delft, Belanda, dan lulus tahun 1908. Enam tahun kemudian dia berangkat ke Hindia Belanda atas ajakan seniornya, Henri Maclaine Pont, yang memiliki Biro Arsitektur. Dalam kariernya inilah ia menjadi perencana dan penasihat beberapa proyek bangunan publik di beberapa kota yang kala itu mulai berkembang akibat membaiknya perekonomian, antara lain Batavia (Jakarta), Meester Cornelis (Jatinegara) Bandung, Buitenzorg (Bogor), Semarang (Pasar Johar), Surakarta (Pasar Gede), Malang, Purwokerto, Palembang, Padang, Medan, Banjarmasin, dan bahkan sampai merancang perumahan murah di bagian barat daya Kota Magelang, yaitu Kwarasan. Gaya khas Karsten adalah kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dan menghargai nilai kemanusiaan. Dia tidak pernah melupakan kepentingan kalangan berpenghasilan rendah, sesuatu yang jarang ditemui pada orang-orang Belanda masa itu.

Pada tahun 1921 Karsten menikah dengan Soembinah Mangunredjo dan mempunyai empat anak, masing-masing Regina (1924), Simon (1926), Joris (1928), dan Barta (1929). Dia juga bergabung dalam Instituut de Java, sebuah perkumpulan yang peduli terhadap budaya Jawa. Karsten mengkritik banyak arsitek Belanda sebelumnya yang lebih berkonsep "menaruh Eropa di Jawa". Bagi Karsten, Jawa adalah Jawa, bukan Belanda. Karsten menganggap kota sebagai suatu organisme hidup yang terus bertumbuh. Dalam rencana pengembangan kota, Karsten menganggap penting keberadaan taman-taman kota serta ruang terbuka, dua hal yang tampaknya saat ini mulai terabaikan. Akibat filosofi ini muncullah gaya arsitektur 'Indisch' yang populer pada masa pra-kemerdekaan.

Semenjak berdirinya Technische Hoogeschool di Bandung (ITB sekarang) Karsten menjadi salah satu pengajarnya. Pada tahun 1941 ia menjadi guru besar. Arsitek generasi pertama Indonesia banyak yang merupakan muridnya.

Secara politis, Karsten adalah orang pro-kemerdekaan, suatu sikap yang hanya diambil oleh sebagian kecil kalangan keturunan Eropa (Indo) pada masanya. Malangnya, ia ditangkap oleh tentara pendudukan Jepang pada tahun 1942 sampai ia meninggal di Kamp Interniran Cimahi 1945. Cita-citanya untuk meninggal di bumi Indonesia tercapai walau harus dalam situasi yang tragis.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
KARIER

Herman Thomas Karsten adalah arsitek lulusan Technische Hoogeschool di Delft yang masuk tahun l904. Karsten dilahirkan pada tahun 1884 di Amsterdam dari keluarga terpelajar. Ayahnya seorang profesor dalam ilmu filsafat dan wakil ketua Chancellor (Pembantu Rektor/Direktur) di Universitas Amsterdam sedang ibunya berasal dari Jawa Tengah. Semasa mahasiswa, sejak tahun pertama, Karsten muda aktif di perkumpulan mahasiswa sosial demokratis (STY = Social- Technische Vereenaging van Democratische Ingenieur en Architecten), yaitu suatu kelompok mahasiswa teknik arsitekur berhaluan demokrasi. Arsitek Herman Thomas karsten membeli biro arsitek milik Henri Maclaine Pont pada tahun 1915, kakak tingkatnya yang dua tahun lebih tua darinya.Tahun 1908 Karsten menjadi anggota pengurus bagian perumahan dari organisasi yang memegang peranan penting dalam masalah perumahan dan perencanaan kota. Padahal pada masa itu pada jurusan Arsitektur di Delft, kurang memperhatikan masalah perumahan maupun perencanaan kota.

Tahun 1913, pengalaman Karsten diperoleh dengan diadakannya Kongres Perumahan Internasional di Schevenigen Belanda yang secara khusus membahas permasalahan kenyamanan perumahan di Indonesia yang buruk, terutama pada sistem sirkulasi udara dan peneraangan alaminya, dengan mengetengahkan kondisi kampung-kampung di Semarang. Pengalaman selanjutnya, kunjungan ke Berlin; dimana Berlin adalah sebuah kota yang sangat maju dalam perencanaan kota dan perumahan. Bidang yang menjadi ajang kiprahnya di Indonesia sama dengan bidang yang menjadi latar belakangnya, yaitu bangunan dan perencanaan kota. Beberapa tahun sebelum Karsten datang ke Indonesia, sudah ada aktivitas~aktivitas lokal dalam perencanaan kota.

Beberapa peristiwa yang dianggap dapat dipakai sebagai tonggak perkembangan perencanaan kota modern di Indonesia, adalah:

Revolusi Industri di Eropa. Hal ini secara tidak langsung memberikan dua pengaruh penting. Pertama, peningkatan kebutuhan bahan mentah, menyebabkan timbulnya kota-kota adininistratur di Indonesia. Kedua, berkemhangnya konsep-konsep perencaan kota modern yang tercetus sebagai tanggapan atas revolusi industri Misalnya konsep “Garden City oleh Ebeneser Howard. Kesemuanya ini juga mempengaruhi Karsten dalam berkarya Indonesia .Politik kulturstelsel menyebabkan berkembangnya perkebunan tanaman keras, dan pula dianggap sebagal awal berkembangnya wilayah pertanian dan kota-kota administratur perkebunan Politik Etis (Etische Politiek). Politik mempunyai dampak bagi perkembangan perencanaan kota di Indonesia, dengan dikembangkannya perbaikan kampung kota (1934) Pengembangan Pranata dan Konstitusi Baru. Terbitnya UU Desentralisasi Decentralisatie Besluit Indisehe Staatblad tahun 1905/137, yang mendasari terbentuknya sistem kotapraja (Staadgemeente) yang bersifat otonom. Hal ini memacu perkembangan konsepsi perencanaan kota kolonial modern, khususnya Garden City atau Tuinstad". Pada pelaksanaan poin 4 (empat) yaitu politik dosentralisasi yang memberikan otoritas kepada daerah dalam pengembangannya, kota-kota mulai berkembang pesat, salah satu penyebabnya adalah tumbuh dan berkembangnya perkebunan dan industrialisasi. Akibatnya, penduduk terlalu padat, keadaan kota semakin buruk, terutama dalam hal sanitasi dan pengadaan air minum. Dalam situasi seperti ini Karsten diangkat manjadi penasihal otoritas 1okal untuk perencanaan kota Semarang, bekerja sama dengan jawatan pekerjaan umum Selain dari pada itu Karsten manjadi bagian dalam kelompok orang-orang Belanda pendukung kemerdekaan untuk Indonesia Karsten sangat memperhatikan kebudayaan penduduk asli, terutama pada arsitektur dan tata ruang Kota Sebagai penasehat, Karsten menyusun suatu paket lengkap untuk perencanaan berbagai kota, dimana didalamnya terdiri dan perencanaan kota (town planning), rencana detail (detail plan) dan peraturan bangunan (building regulation). Di Jawa Karsten merencanakan sembilan dari sembilan belas kota-kota yang mendapat otoritas lokal. Kesembilan kota tersebut adalah Semarang, Bandung, Batavia (Jakarta), Magelang, Malang, Buitenzorg (Bogor), Madiun Cirebon, Meester (Jatinegara), Yogya, Surakarta, dan Purwokerto.

Dalam kiprahnya di Semarang, Karsten menerapkan prinsip perencanaan kola, penzoningan, tingkatan/hirarki jalan-jalan seperti di Eropa. Perencanaannya juga mengacu perencanam pemerintah kota sebelum Karsten datang. Pengaruh Karsten dalam pengembangan kota adalah dengan adanya pembagian lingkungan yang tidak lagi berdasarkan suku, tetapi kelas ekonorni, yaitu tinggi, menengah dan rendah. Dalam perencanaan daerah Candi, Semarang, pengaruh gaya Eropa cukup dorninan terutama konsep "garden city". Hal ini terlihat dengan adanya taman umum dan halaman pada setiap rumah. Untuk perletakan rumah, taman umum dan ruang terbuka, Karsten sejauh mungkin mengikuti keadaan topografi, kemiringan-kemiringan dan belokan-belokan yang ada. Pembagian tanah dan arah jalan yang hanya terdiri dan dua kategori (utama dan sekunder), selain mengikuti keadaan tanah juga dibuat sedemikian rupa sehingga rumah-rumah dan taman-taman umum dapat memiliki pemandangan indah ke laut sebelah utara.

Bagaimana halnya dengan kiprah Karsten di dalam perercanaan dan perancangan bangunan?. Beberapa bangunan yang telah mewarnai arsitetur kota, khususnya kota Semarang adalah gedung SMN (Stoomvart Nederland), sebuah perusahaan pelayaran kolonial, yang dibangun di kawaaan pusat kota - waktu itu den - tahun 1930. Gedung kantor perusahaan kereta api (dahulu benama Zuztermaatschapijen, kemudian, Joana Stroorntraam-Maatchappiej) di jalan MH Thamrin Semarang juga hasil rancangannya. Selain bangunan kantor Karsten juga dalam kerja samanya dengan pernerintah kota, membangun banyak pasar dan museum. Pasar hasil karyanya adalah pasar Jatingaleh (1930), pasas Johar (1933), Pasar Sentral (1936) di Semarang; dan, pasar Ilir di Palembang. Sedangkan museum Sonobudoyo di kompleks kraton Yogyakarta. Karsten juga pernah diserahi tanggungjawab untuk perluasan dan modifikasi kraton Mangukunegoro ke VII di Surakarta (1917-20).

Gedung Zuztermaatschapijen sudah lebih adaptif dengan arsitektur lokal, yaitu arsitektur joglo. Untuk menyelesaikan masalah sirkulasi udara Karsten banyak membuat bukaan (pintu , jendela maupun lubang ventilasi) yang lebarnya sama dengan jarak antar trave-nya Pembukan ini dipadu dengan tinggi plafon yang sangat tinggi (5.44 M untuk ruang-ruang di pinggir, dan l0.44 pada ruang-ruang di tengah).
Perbedaan ketinggian ini sekaligus dimanfaatkan untuk pencahayaan. Untuk jenis bangunan pasar, tiga buah pasar yang ada di Semarang mempunyai keminpan arsitektur antara satu dengan lainnya, sedangkan sebuah lagi di Palembang berbeda.
Pasar Johar merupakan pasar termodern dan terbesar di Indonesia pada waktu itu, letaknya tepat disamping alun-alun Semarang yang merupakan pusat kota pada saat itu (sekarang alun-alun ini sudah tidak ada lagi). Dari segi struktur dikatakan modern karena strukur yang diterapkan di pasar Johar ini adalah terbaru di Indonesia, bahkan di dunia.
Struktur tersebut adalah struktur jamur (mushroom). Arsitek kaliber dunia Frank Lloyd Wright memakai struktur ini untuk karyanya - Johnson Waz Building di Wisconsin (1936). Bedanya, jika Karsten memakai penampang kolom maupun bagian atasnya berbentuk segi delapan maka Frank L.Wright memakai penampang bentuk lingkaran.

Pada masa itu, Karsten berhadapan dengan masalah sdm, terutama skill para ahli teknik. Karsten menginginkan peningkatan dalam pendidikan ahli telnik. Atas inisiatif suatu komite teknik, Karsten mengambil bagian dalam kuliah perencanaan kota di ITB Bandung. Akan tetapi karena invasi Jepang Karsten hanya bertugas sebagai profesor selama enam bulan saja. Pada saat Jepang masuk Indonesia tahun 1945, Karsten meninggal dalam interniran Jepang di Cimahi(ET)

sumber:http://wallarch.blogspot.com

Biografi Le Corbusier

Le Corbusier



Le Corbusier (nama asli: Charles-Edouard Jeanneret; 6 Oktober 1887–27 Agustus 1965) adalah arsitek Swiss yang terkenal dalam aliran rancangan/desain International Style bersama dengan Ludwig Mies van der Rohe, Walter Gropius, dan Theo van Doesburg. Ia juga adalah seorang perencana perkotaan, pelukis, pemahat, penulis dan perancang perabot.

Dengan sebutan Le Corbusier, adalah seorang arsitek dan penulis kelahiran Perancis-Swiss, yang sangat terkenal karena kontribusinya pada modernisme atau international-style.

Le Corbusier adalah seorang ahli dalam teori-teori desain modern dan beliau sangat berdedikasi dalam menghasilkan kehidupan yang lebih baik pada kota dan tempat tinggal yang cukup padat. Karirnya berjalan selama lima decade dengan begitu banyak bangunan yang telah dibangun tersebar di sepanjang Eropa, India, Rusia, dan dua di Amerika. Ia juga seorang perancang kawasan, pelukis, pematung, penulis, dan perancang modern furniture. 1887-1913 Life and Education Beliau dilahirkan sebagai Charles-Edouard Jeanneret di La Chaux-de-Fonds, sebuah kota kecil Neuchâtel canton di bagian timur laut Swiss, tepatnya di pegunungan Jura, yang hanya 5km dari perbatasan Perancis. Le Corbusier tertarik pada visual art dan menempuh pendidikannya di La-Chaux-de-Fonds Art School. Guru Arsitekturnya pada masa itu adalah arsitek René Chapallaz, yang kemudian menjadi pengaruh terbesar pada desain beliau pada awal karir beliau. Pada awal karirnya sebagai arsitek, Le Corbusier lebih banyak mendesain villa-villa, seperti: Villa Fallet, Villa Schwob, dan Villa Jeanneret-villa ini didekasikan untuk orang tuanya- di La Chaux-de-Fonds. Villa-villa ini merupakan suatu karya arsitektur vernacular yang popular di negara-negara sepanjang pegunungan Alpen. Pada awal tahun-tahun karirnya, ia kemudian memutuskan untuk mencari pengalaman di tempat lain agar lepas dari hal-hal yang mengikat kreativitasnya di kota kelahirannya. Ia memutuskan untuk melakukan perjalanan berkeliling Eropa. Pada tahun 1907 beliau sampai di Paris, di mana kemudian Beliau bekerja pada Auguste Perret, seorang ahli beton dari Perancis. Antara Oktober 1910 dan Maret 1911, beliau bekerja pada Peter Behrens di dekat kota Berlin, di mana kemudian beliau bertemu dengan Ludwig Mies van der Rohe dan Walter Gropius. Setelah itu. Ia menjadi salah satu arsitek yang cukup berpengaruh di Jerman, di mana pengalaman beliau pada masa itu membawa pengaruh yang cukup besar pada hasil karya beliau selanjutnya.

Notre Dame du HautPada akhir tahun 1911, beliau melakukan perjalanan ke semenanjung Balkan untuk mengunjungi Yunani dan Turki sambil menggambar banyak sketsa bangunan di sana termasuk Kuil Parthenon, yang kemudian dimasukkan oleh beliau dalam Vers une architecture (1923). Vers une architecture, yang dapat diartikan sebagai “Towards a New Architecture” marupakan kumpulan esai Le Corbusier. Esai-esai tersebut biasa terbit dalam jurnal berbahasa Perancis L'Esprit Nouveau, di mana pada jurnal tersebut terdapat teori-teori Le Corbusier yang mencakup Teori Arsitektur Modern. 1914-1930 Career: The Villas Selama Perang Dunia I, Le Corbusier mengajar di sekolah lamanya La-Chaux-de-Fonds Art School, dan tidak kembali ke Paris sampai perang tersebut berakhir. Selama 4 tahun di Swiss, beliau menelaah banyak teori-teori arsitektur yang menggunakan kaidah teknik arsitektur modern. Salah satu karya beliau pada masa itu adalah “Domino House” (1914-1915). Desain tersebut kemudian menjadi dasar dari sebagian besar karya beliau sampai 10 tahun setelahnya, di mana kemudian beliau memulai mendesain karya-karyanya bersama keponakannya, Pierre Jeanneret (1896-1967) sampai tahun 1940. Pada tahun 1918, Le Corbusier bertemu dengan Amédée Ozenfant, seorang pelukis Cubist. Ozenfant mendukungnya untuk melukis, di mana kemudian periode hubungan kerjasama mereka pun dimulai. Dengan menganggap Cubism sebagai sesautu yang irrasional namun “romantis”, mereka kemudian mempublikasikan manifesto mereka, Après le Cubisme dan menetapkan teori pergerakan arsitektur modern yang baru, Purism. Purism Purism adalah suatu bentuk dari Cubism, yang merupakan salah satu pendekatan estetika dalam arsitektur. Le Corbusier dan Ozenfant pertama kali mendeskripsikan prinsip-prinsip dasar teori ini pada tahun 1918. Ekspresi dari Purism adalah ekspresi yang menampilkan kemurnian bangunan yang sepi ornamen, sejalan dengan adagium arsitektur modern yang menilai bahwa: "Ornament is a crime", teori ini muncul karena adanya keinginan untuk melepaskan diri dari penggunaan ornamen dengan berprinsip bahwa tanpa ornamen bangunan bisa tampak lebih indah. Hal ini juga di anut oleh beberapa tokoh lain, yaitu: Arsitek dan Pelukis asal Ceko, Bedřich Feuerstein, Eesti Kunstnike Rühm (Group of Estonian Artists) di Tallinn, Arnold Akberg, Mart Laarman, Henrik Olvi, and Juhan Raudsepp. Jurnal mereka, "Uue Kunsti Raamat", atau "Book of New Art", pada tahun 1928, sangat dipengaruhi oleh L'Esprit Nouveau. Selain itu, salah satu arsitek trekenal penganut Purism adalah Richard Meier.

Corbusier dikenal sebagai salah satu orang pertama yang menyadari pengaruh mobil terhadap bentuk dan rancangan pemukiman manusia. Ia tidak menyukai segala bentuk hiasan atau ornamentasi pada bangunan, dan pernah mengatakan bahwa "semua bangunan seharusnya berwarna putih".

Karya Le Corbusier dalam bentuk hitam putih




sumber:http://wallarch.blogspot.com

Senin, 26 Oktober 2009

Jembatan Rangka, antara analisa dan aktual (struktur space truss)

Jembatan Rangka, antara analisa dan aktual

Tulisan ini disadur dari hasil analisa dan penelitian oleh Hickey, L. J.,2008. Jembatan yang diteliti adalah Hillsville truss bridge (VA) dibangun pada tahun 1941 mempunyai bentang total 846 ft (~260 m) dan bentang terbesar 300 ft (~90 m). Ditujukan olehnya untuk meninjau ulang asumsi-asumsi analisa struktur terhadap jenis jembatan yang telah runtuh akibat beban truk standar, jembatan tersebut adalah I-35W bridge, Minneapolis (Sungai Mississippi) pada bulan Agustus 2007 tahun lalu, dibangun pada tahun 1964-1967 mempunyai bentang total 1907 ft (~580 m) dan bentang terbesar 450 ft (~140 m) akibar gusset plate yang tidak memenuhi syarat fracture membuat gagal dan terjadi overall buckling of structures.



Jembatan rangka baja seperti diatas merupakan struktur yang dikategorikan rangka batang ruang (space truss). Dalam penerapan dilapangan tidak mudah untuk menentukan kondisi sendi atau roll. Kondisi sendi jika DOF’s translasi horisontal dan vertikal dikekang, sedangkan pada kondisi roll DOF’s translasi horisontal bebas, lepas/tidak dikekang.


Diatas gambar aplikasi rolled support yang diterapkan pada I-35W bridge, Minneapolis (Sungai Mississippi).


Tampak atas dan penampang jembatan



Analisa pertama yang dilakukan diasumsikan dua dimensi (plane truss) dengan berbagai macam kondisi tumpuan. Jenis element yang digunakan adalah truss dengan 2 translasi DOF tiap titik ujung join. Kekakuan elemen hanya aksial (AE/L),rotasi ujung member tidak ada (realese). Beban dari floor deck diterapkan menjadi beban titik pada buhul join rangka batang. Hasil pebandingan menunjukan perbedaan yang signifikan, overestimated terlalu besar dan dikategorikan tidak memenuhi.

Analisa kedua yang dilakukan diasumsikan dua dimensi (plane frame) dengan berbagai macam kondisi tumpuan. Jenis element yang digunakan adalah frame dengan 2 translasi dan 1 rotasi DOF’s tiap titik ujung join. Kekakuan aksial (AE/L) dan lentur (EI/L), rotasi ujung member tidak ada (realese). Beban dari floor deck diterapkan menjadi beban titik pada buhul join rangka batang.



Analisa ketiga yang dilakukan diasumsikan dua dimensi (plane frame) dengan berbagai macam kondisi tumpuan. Sama dengan model analisa kedua, namun pada model ini dimasukkan pengaruh balok stringer begitu pula eksentrisitas yang dimodelkan dengan rigid links.



Balok stringer tersebut mempunyai kekakuan aksial dan lentur, namun tahanan rotasi ujung tidak ada.



Penentuan letak alat pengukuran strain gauges ditempatkan pada batang daerah tumpuan pier dan abutment. Berikut grafik perbandingan beberapa pemodelan tersebut diatas.

* Catatan: 1 Kips = 453,59 Kgf




Grafik hasil perbandingan Pemodelan Pertama (Truss)



Grafik hasil perbandingan Pemodelan Kedua (Frames)

Analisa pemodelan pertama dan kedua tidak berbeda signifikan karena jenis rangka batang dengan beban bekerja pada titik buhul join, rotasi ujung member juga di realese.





Grafik hasil perbandingan Pemodelan Kedua (Frames+Stringer)

Perbedan hasil terlihat saat beban truk bekerja pada titik daerah pier jembatan. Ada hasil yang mennjukan bahwa batang mengalami gaya tarik padahal aktualnya menerima gaya tekan, ini perlu perhatian karena pengaruh tekuk.

Pemodelan tumpuan yang cukup medekati adalah rol-sendi, mungkin ini dikarenakan kekakuan pergerakan translasi horisontal dari pier aktual mempunyai nilai yang besar. Sedangkan untuk pemodelan element dan analisa struktur yang paling mendekati adalah element frames+stringer, interaksi antara batang atas dengan balok stringer sangat mempengaruhi. Walaupun pemodelan analisa struktur yang digunakan hanya 2D namun hasilnya cukup reliable tanpa harus 3D karena jenis struktur adalah rangka truss simetri dan juga kekakuan puntir batang tegak lurusnya yaitu batang pengaku/diapragma dan bracing mempunyai nilai yang kecil, tidak memberikan kontribusi besar pada perilaku struktur keseluruhan. Namun pemodelan 3D lebih direkomendasikan untuk mengantisipasi keadaan lain.

sumber:http://syont.files.wordpress.com

struktur space truss

Student's Best Results
Final Project AR 800


Stadion Utama Sepakbola Surabaya
Karya: Yuke Wilhelmina

Isi bangunan: hall, lobby, tribun penonton, lapangan sepakbola, ruang pemanasan, ruang fitness, cafe, toko, stand, wartel, ruang fotografer, ruang konferensi pers, kantor pengelola, dan area service.

Bangunan ini dirancang sebagai landmark mayor bagi kawasan sekitarnya dengan ruang luar yang menciptakan linkage antara stadion dengan fasilitas-fasilitas rekreasi alam terbuka di sekitarnya. Masalah utama dalam perancangan tapak yang harus dipikirkan adalah sirkulasi kendaraan, terutama pada waktu selesainya pertandingan karena dapat menimbulkan kemacetan. Untuk itu persimpangan-persimpangan jalan dalam site diantisipasi dengan jalan-jalan layang sehingga arus kendaraan masuk dan keluar dapat dipisahkan, serta dapat dibuat jalur tersendiri untuk drop-in penumpang. Linkage dengan lingkungan sekitar diciptakan dengan jembatan-jembatan penyeberangan yang menghubungkan stadion utama dengan stadion-stadion di sekitarnya.

Ide Bentuk dan Struktur


Stadion didesain dengan mengambil ide bentuk struktur bangunan nusantara, yaitu lumbung padi Toraja yang memiliki kantilever cukup panjang mengingat materialnya dari kayu. Secara proporsional dimensi bagian penopang pada struktur bangunan Toraja ini cukup kecil dibanding bentang kantilevernya. Selain itu kantilever Toraja berbeda dengan kantilever pada umumnya sehingga diharapkan dapat memicu ide struktur stadion yang unik.
Penggunaan kantilever ini juga sesuai dengan iklim tropis, karena dapat menciptakan pembayangan, tidak menghalangi view, serta baik untuk penghawaan alami. Untuk menerapkan konsep ini ke dalam bangunan dilakukan studi pengukuran altitude dan azimuth matahari selama waktu-waktu pertandingan serta pengujian aliran angin dalam penciptaan elemen selubung bangunan.

Struktur dan Konstruksi Atap


Struktur atap terinspirasi dari struktur "longa" pada atap bangunan Toraja, yaitu bagian ujung yang menjorok keluar dan menjulang ke atas membentuk kantilever seperti tanduk kerbau. Keistimewaan struktur longa adalah kemampuannya untuk terbentang cukup panjang sebagai kantilever, dengan menggunakan material kayu yang terdiri dari beberapa balok yang disusun berjenjang makin atas makin menjorok keluar. Dari uji coba perhitungan kasar terlihat bahwa sistem kantilever berjenjang ini jauh lebih kaku dan besarnya momen maksimal pun bisa lebih kecil bila dibandingkan dengan kantilever batang tunggal, sehingga total berat konstruksi lebih kecil.



Oleh karena bentang kantilever pada stadion ini sangat panjang, maka dipilih material baja sebagai material konstruksi atapnya, dengan tetap mengadopsi sistem struktur kantilever longa. Kalau pada longa digunakan balok-balok tunggal kayu yang disusun berjenjang, maka pada stadion ini digunakan "balok-balok"-space truss yang punya kekakuan besar sehingga memungkinkan terbentang sangat panjang, dan disusun berjenjang seperti pada struktur longa. Bentuk "balok-balok"-space truss tersebut disesuaikan dengan bentuk bidang momen yang bekerja pada tiap "balok" tersebut.



Batang-batang pada "balok-balok"-space truss merupakan batang yang menerima gaya normal (aksial): ada yang tekan, ada yang tarik. Batang tekan lemah terhadap gejala tekuk (knik), sedangkan batang tarik tidak mengalami gejala tekuk, kekakuan batang tekan sangat menentukan ketahanan batang terhadap tekuk. Kekakuan batang dipengaruhi oleh besarnya momen inersia (second moment) penampang batang, elastisitas modulus, dan panjang-tekuk batang. Bentuk penampang melintang batang yang mempunyai momen inertia paling merata khususnya terhadap gejala tekuk adalah bentuk lingkaran, dengan pertimbangan ini dipilih pipa baja sebagai material space truss tersebut.



Hasil akhir menunjukkan sistem struktur longa yang sudah berubah wajah, walaupun hakikat kantilever berjenjang longa tetap dipertahankan. Diharapkan hal ini dapat memperkaya struktur dan bentuk pada arsitektur.

Siklus Desain



Desain ini memanfaatkan Struktur sebagai pemicu ide untuk menciptakan struktur yang baru dengan memperhitungkan mekanika gaya.

sumber:labstruktur.petra.ac.id